Kembali Pada Ide Dasar Baden Powell

Salah satu sebab pendidikan kepramukaan tidak diminati oleh remaja adalah metode latihan yang kurang menarik serta materi yang diterapkan pembina pramuka ketinggalan jaman dan membosankan. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka memang telah mencanangkan program melatih pembina yang berkualitas sebagai salah satu langkah merevitalisasi gerakan pramuka. Namun demikian, fokus revitalisasi ini tidak ada artinya jika kita tidak kembali kepada ideologi kepanduan, walaupun ada sebagian kalangan yang alergi dengan ideologi kepanduan yang seakan-akan kembali ke paham Baden Powell.

Upaya membersihkan sisa-sisa paham Baden Powell telah menjadi keputusan politik, hal mana tercantum dalam Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960. Di dalam Lampiran C ayat 8 ketetapan ini dapat dinyatakan bahwa kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Baden Powellisme. Boleh jadi keputusan tersebut dipengaruhi suasana kebatinan arus utama politik saat ini yang sangat benci dengan seluruh produk imperialis, termasuk ajaran Baden Powell yang berasal dari Inggris.

Padahal ide dasar pendidikan kepanduan yang dinyatakan oleh Baden Powell dalam bukunya “Scouting for Boys” adalah sangat nasionalis. Menurut Baden Powell pendidikan kepanduan adalah permainan gembira di alam terbuka, dimana anak-anak dan pemuda menerima pengalaman-pengalaman menarik, membina kesehatan, kebahagiaan, ketangkasan tangan dan sifat suka menolong, dibawah bimbingan orang dewasa dengan hubungan sebagai kakak dan adik. Lebih lanjut Baden Powell mengatakan bahwa tujuan latihan kepanduan ialah memperbaiki mutu warga negara pada generasi yang akan datang, terutama karakter dan kesehatannya, mengganti ”aku” dengan ”bakti” membuat anak seorang yang efisien mengabdi pada sesama manusia.

Karenanya tidak habis pikir jika berbagai pemikiran Baden Powell yang sifatnya mendasar diberangus dengan keputusan politik sehingga mematikan Gerakan Pramuka sebagai sebuah pergerakan, dimana dia seharusnya bergerak mengikuti perkembangan jaman. Tidak stagnan seperti sekarang ini. Pada bagian lain Baden Powell menyatakan kepada para Pembina, dalam bukunya Penolong untuk Pemimpin Pandu, bahwa dalam pendidikan kepanduan bukan isi pelajaran­nya yang terpenting tetapi cara-caranya. Menurut Baden Powell pendidikan kepanduan adalah suatu sistem pendidikan yang membimbing anak dan remaja untuk melahirkan segala sesuatu secara benar, menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, memberikan kesempatan pada perkembangan inisiatif, kedisiplinan diri, percaya diri dan menentukan tujuan sendiri.

Maka apabila kita hendak merevitalisasi Gerakan Pramuka maka hendaklah kembali ke ajaran Baden Powell yang berpandangan bahwa usaha pendidikan kepramukaan tidak hanya bersandar pada isi/materi yang diberikan namun yang paling penting adalah metodenya. Karena perbedaan pendidikan kepramukaan dengan bentuk pendidikan lainnya terletak pada metode dan pendekatan yang digunakan dalam mengisi jiwa anak. Sebagai sebuah metode dan pendekatan pendidikan, metode pendidikan kepramukaan memberikan arahan, rambu-rambu bagi para Pembina dalam mendidik peserta didiknya dan memberikan inspirasi bagi bentuk seluruh program kegiatan kepramukaan.

Jadi sebenarnya makna merevitalisasi gerakan pramuka sejatinya adalah merevitalisasi pendidikan kepramukaan. Merevitalisasi praktek dan metode pendidikannya, bukan sekedar organisasinya. Karenanya diperlukan upaya besar-besaran untuk merubah paradigma pelatih dan pembina pramuka dari mengajar kepramukaan kembali menjadi melatih kepramukaan. Mengembalikan pelajaran kepramukaan menjadi latihan kepramukaan di satuan pendidikan kepramukaan sesuai dengan filosofi dan perkembangan jiwa anak menurut golongan siaga, penggalang, penegak dan pandega. Upaya itu bisa dimulai dengan menggali lagi ide dasar Baden Powell tentang latihan kepanduan. Di mana sebagian bentuk kegiatan di alam terbuka gagasan Baden Powell justru lebih sukses diaplikasikan oleh berbagai kalangan di luar organisasi Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka pasti bisa.

Jayalah kepanduan Indonesia. Be prepared! Selamat menyambut BP’s Day (22 Februari 2012).

Leave a comment »

Tahun Baru = Generasi Baru

Salam Pramuka

Tahun baru membawa semangat baru.
dengan diawalinya tahun baru 2012 ini, praja muda karana pun berhasil mencetak generasi baru pula. begitulah yang dilakukan oleh Gugus Depan SMA Bina Muda.

Pramuka Gugus Depan SMA Bina Muda yang berpangkalan di SMA Bina Muda Desa Telang Jaya ini berhasil melantik anggota Penegak Bantara. dengan dilantiknya penegak bantara Gudep SMA Bina Muda ini berarti semakin menambah anggota Penegak ditingkat Ranting Muara Telang. Semoga dengan bertambahnya anggota penegak Bantara yang dilantik tepat dengan awal Tahun 2012 ini dapat memberikan spirit dan presatai baru bagi Kepramukaan indonesia Khususnya Ranting Muara Telang.
Selamat dan Selamat Berkarya para Penegak Muara Telang.

Leave a comment »

Arti Kiasan Lambang Pramuka

Bagi anggota pramuka, mengetahui arti lambang pramuka itu menjadi wajib wukumnya. arti kiasan lambang diharapkan dapat membekas dalam perilaku anggota pramuka dalam memaknai kehidupan.

Menurut surat keputusan Kwarnas No.06/KN/72 tahun 1995, tentang Lambang Gerakan Pramuka:

 I. Gambar Silhouette tunas kelapa, lambang Gerakan Pramuka

II. Uraian arti kiasan lambang Gerakan Pramuka.

 Satu    :  Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti : penduduk aseli yang pertama, yang menurunkan generasi baru.

Jadi lambang buah Nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsaIndonesia

Dua     :  Buah Nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan  yang bagaimanapun djuga.

Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rokhaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsaIndonesia.

Tiga    :  Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya-upayanya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya.

Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masjarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga.

Empat :  Nyiur bertumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi diIndonesia.

Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus jakni yang mulia dan djudjur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.

Lima    :  Akar Nyiur yang bertumbuh kuat dan erat di dalam tanah melambangkan bahwa tekad dan kejakinan tiap Pramuka mempunjai dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanja.

Enam  :  Nyiur adalah pohon yang serbaguna, dari ujung hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan RepublikIndonesiaserta kepada umat manusia.

Leave a comment »

Koleksi Gambar

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Leave a comment »

Arti Kiasan Lambang Pramuka

Bagi anggota pramuka, mengetahui arti lambang pramuka itu menjadi wajib wukumnya. arti kiasan lambang diharapkan dapat membekas dalam perilaku anggota pramuka dalam memaknai kehidupan.

Menurut surat keputusan Kwarnas No.06/KN/72 tahun 1995, tentang Lambang Gerakan Pramuka:

 I. Gambar Silhouette tunas kelapa, lambang Gerakan Pramuka

II. Uraian arti kiasan lambang Gerakan Pramuka.

 Satu    :  Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti : penduduk aseli yang pertama, yang menurunkan generasi baru.

Jadi lambang buah Nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsaIndonesia

Dua     :  Buah Nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan  yang bagaimanapun djuga.

Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rokhaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsaIndonesia.

Tiga    :  Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya-upayanya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya.

Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masjarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga.

Empat :  Nyiur bertumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi diIndonesia.

Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus jakni yang mulia dan djudjur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.

Lima    :  Akar Nyiur yang bertumbuh kuat dan erat di dalam tanah melambangkan bahwa tekad dan kejakinan tiap Pramuka mempunjai dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanja.

Enam  :  Nyiur adalah pohon yang serbaguna, dari ujung hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan RepublikIndonesiaserta kepada umat manusia.

Leave a comment »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.

Comments (2) »